Wakil Gubernur AAU Marsma TNI Fachri Adamy, S.E. memimpin rapat evaluasi panitia peringatan Hari Bhakti TNI Angkatan Udara, di ruang rapat Mako AAU, Selasa (31/7). Tujuannya untuk semakin memantapkan kinerja seluruh panitia dalam menggelar acara akbar dan bersifat nasional seperti Hari Bhakti AU yang setiap tahunnya diadakan di Yogyakarta.

Marsekal lulusan AAU tahun 1988 ini sangat memperhatikan detail kegiatan yang berlangsung. Semuanya tidak luput dari pengamatannya. Sehingga Marsma TNI Fachri Adamy yang menjabat sebagai pelindung dalam susunan kepanitian daerah, langsung menggelar rapat evaluasi panitia daerah Yogya.

“Kita tidak mencari-cari kesalahan disini. Jangan merasa diintimidasi, tetapi kita akan bersama-sama diskusi hal-hal apa yang dapat menjadi pengalaman berharga demi kesiapan berikutnya”, kata Marsekal Bintang Satu ini dihadapan para peserta rapat.

Ketua panitia daerah selaku komando di lapangan Kolonel Kal R. Priyaana N, S.T; menjabarkan secara garis besar hal-hal yang menjadi perhatian saat rangkaian acara peringatan Hari Bhakti Angkatan Udara. Hal ini ditanggapi dan dijawab oleh setiap bagian yang bertanggungjawab dibidangnya. Seperti bagian dokumentasi dan baliho.

Menurut Kolonel Kal R Priyaana N, S.T, pada umumnya kegiatan telah berlangsung dengan baik dan tanpa kendala yang berarti. Acara ini memang sedikit rumit sebab bersifat nasional dan melibatkan beberapa pihak penting lainnya.

Seperti Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Sebagai tuan-rumah penyelenggaraan Malam Sambung Rasa Hari Bhakti AU. Mengambil tempat di ruang pajang pesawat-pesawat AU yang sarat sejarah. Acara diisi dengan berbagai atraksi, salah satunya drama teatrikal peristiwa pengeboman tangsi militer Belanda. Dan peristiwa jatuhnya pesawat VT-CLA yang membawa bantuan Palang Merah Internasional.

Hari bersejarah itu, kini diperingati untuk mengenang pengorbanan para pionir-pionir Angkatan Udara Indonesia. Yakni pemuda pejuang Adi Sucipto, Abdul Rachman Saleh dan Adi Sumarmo. Kini nama mereka diabadikan menjadi nama pangkalan udara TNI AU di beberapa tempat di pulau Jawa.

“Selain itu, mengajak keikutsertaan Pangkalan TNI Angkatan Udara Adi Sutjipto, Yogya. Fly-pass saat acara tradisi passing-out Wisudawan Perwira Tinggi di atas udara AAU, membutuhkan kerjasama yang kompak. Terutama timing yang tepat dan sesuai antara kegiatan di udara dan di darat”, kata Kolonel Kal R. Priyaana N, S.T; kepada PEN AAU.

Peringatan Hari Bhakti TNI AU ke-71 tahun 2018 ini, menjadi pusat perhatian seluruh anggota Akademi Angkatan Udara. Selain dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara, momen ini merangkul seluruh mantan Kasau. Serta mengantarkan Wisudawan Perwira Tinggi AU yang akan purna bakti dalam tradisi passing-out. Tidak hanya itu saja, hari bakti adalah juga karya bakti. Tahun ini setelah team aju menilai dan meninjau lokasi, maka karya bakti AU mengambil tempat di Tarakan. Berupa karya bakti kesehatan, pemberian kaki palsu, pembangunan rumah ibadah, pembangunan poli klinik.

Panitia Hari Bhakti TNI AU, kolaborasi panitia pusat Jakarta dan panitia daerah Yogya. Namun kali ini, rapat evaluasi dilakukan oleh panitia daerah Yogya. Dihadiri oleh para pejabat list “A” AAU dan juga para Kepala Seksi. Sedangkan setiap kepala bidang diperintahkan untuk membawa bahan evaluasi kegiatan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *