Gebyok (bahasa Jawa) yang terbuat dari kayu Jati menjadi pilihan kenang-kenangan Alumnus Akademi Angkatan Udara Angkatan 1993, ditayangkan pada acara Reuni Perak ‘Palaksara 93’ di Gedung Sabang Merauke AAU, Yogya, Sabtu malam (04/08).

Gebyok merupakan salah satu furniture khas Jawa berupa partisi penyekat ruangan khas Jawa yang pada umumnya terbuat dari kayu Jati. Saking berat dan ukurannya yang besar, kenang-kenangan ini tidak diserahterimakan dengan tangan tetapi telah terpasang dengan megah di ruangan makan Taruna Taruni Akademi Angkatan Udara ‘Handrawina’.

Gubernur AAU Marsda TNI Sri Mulyo Handoko, S.IP; M.AP; dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur AAU Marsma TNI Fachri Adamy, S.E.; menyambut dengan gembira kegiatan reuni perak ini. “Sesungguhnya adalah tidak mudah untuk berkumpul bersama. Apalagi untuk dapat selalu bersama. Sebab itu, kegiatan ini patutlah kita syukuri. Apalagi bagi kita yang aktif berdinas. Penugasan mengharuskan kita berpisah dan menempati berbagai posisi penugasan di seluruh wilayah indonesia”, ungkap Marsma TNI Fachri Adamy.

“Akan tetapi, dikarenakan adanya rasa kerinduan untuk mengenang berbagai kenangan di masa lalu, maka Reuni Perak Palaksara 93 adalah sebuah kesempatan yang tepat. Untuk berbagi cerita, melepas kangen serta mengulang kembali perjalanan di masa lalu”, demikian ujar Wakil Gubernur AAU dihadapan Alumnus AAU 93 yang hadir beserta keluarga.

Dalam wawancara singkat dengan Ketua Panitia Reuni, Kolonel PNB Daan Sulfi, S.Sos, M.Si; dikatakan, tujuan acara ini untuk menjalin silahturahmi diantara Palaksara 93. “Ini adalah event yang penting, setelah 25 tahun. Kita introspeksi diri, apa yang telah kita lakukan selama 25 tahun yang lalu, kemudian apa yang akan kita lakukan untuk 25 tahun kedepan untuk organisasi TNI Angkatan Udara”, ujar Kolonel PNB Daan Sulfi.

“Hal ini harus sesuai dengan statement kita sejak di Akademi Angkatan Udara hingga TNI bahkan secara Nasional. Intinya satu, bahwa kita Alumnus AAU Angkatan 93 akan memajukan organisasi TNI bersama-sama Kepolisian untuk menjaga pertahanan dan keamanan Negara”, kata Komandan Wing Taruna AAU ini kepada Penerangan AAU.

Pesan yang diperoleh Taruna Taruni, melalui acara malam ini sebagai gambaran. Bahwa ikatan emosional diantara sesama angkatan itu tidak akan mudah luntur. Walaupun sudah 25 tahun berlalu, baik di Angkatan Udara sendiri maupun dengan Angkatan yang lain dan Kepolisian. Demikian penjelasan Ketua Panitia Reuni Perak Palaksara 93 Alumnus AAU.

Sementara itu, Sermatutar Ari Bryllianto dalam ungkapannya menyatakan, suasana silahturaminya sangat terasa. “Nilai yang saya peroleh malam ini adalah nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Dimana dulunya masih sebagai taruna dan sekarang sudah berkeluarga, membawa anaknya masing-masing”, ujar Bendahara Wingkorps Taruna ini kepada PEN AAU.

Reuni Alumnus AAU yang dinamakan Reuni Perak Palaksara 93, secara megah dan kekeluargaan diselenggarakan di lingkungan AAU. Biasanya acara reuni berupa makan malam diadakan di gedung Handrawina. Gedung ini adalah tempat tradisi makan diadakan setiap harinya. Ruang makan ini menyimpan kenangan yang tidak sedikit diantara para Taruna Taruni apalagi bagi alumnus AAU. Bukanlah sembarangan orang dapat memasuki area makan Handrawina.

Dalam kamus Palaksara disebutkan tentang istilah ‘Andrawina’ yang artinya adalah tempat besar untuk makan bersama. Makan bersama adalah kegiatan yang selalu dilakukan setiap harinya. Makan bersama bisa dilakukan oleh dua orang ataupun lebih. Semakin banyak orang yang berada di ruangan makan, akan memberikan kesan bersahabat. Makan bersama juga sebagai alat pengikat silahturahmi kepada taruna taruni ataupun siapa saja.

Namun tahun 2018, gedung ini sedang mengalami renovasi besar-besaran. Sehingga acara reuni dialihkan ke gedung Sabang Merauke. Hal ini, menimbulkan ide bagi Palaksara 93 untuk menyumbangkan gebyok (penyekat ruangan). Kecintaan terhadap Akademi AU menjadikan mereka bergotong-royong memperindah ruang makan Taruna Taruni. Dengan sesuatu yang tidak akan mudah lekang oleh waktu, yakni gebyok kayu jati utuh.

Hadir dalam reuni kali ini Wagub AAU sebagai yang paling dituakan. Sedangkan, keseluruhan lichting Palaksara berjumlah 93 personel. Hingga kini, yang aktif berdinas di lingkungan TNI AU sejumlah 79 personel. Dua diantaranya meraih anugerah pangkat bintang satu, Yakni Danlanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Panglima Sektor III AU. Pangkosek III sudah menempati jabatannya di Medan, Sumatera Utara, dan sedang menunggu pelantikan bintangnya. Tujuh dari 93 personel adalah pahlawan anumerta sebab gugur saat melaksanakan tugas Negara. Tujuh lainnya beralih pengabdian dengan berkarir di luar TNI AU.

Acara diisi oleh penyerahan tali asih kepada mantan pengasuh, tayangan sekilas Lintas Masa ke Masa sejak Perwira Remaja 1993. Ada Pelawak OWAH dan Rampak Gendang, lengkap dengan Brass Band Taruna Taruni AAU.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *