► Sebagai karbol harus memiliki integritas yang akan membawa kepada kewibawaan

► Hut TNI AU Telah di laksanakan Dengan Sukses





    Kurikulum

          Jelaskan peran unit pengelola program studi diploma dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum untuk program studi yang dikelola.

            Bagaimana proses pengembangan kurikulum, apa yang menjadi dasar penyusunan kurikulum.

          Kurikulum AAU diawali dengan sekolah Penerbang yang didirikan pada tanggal 15 Nopember 1945 oleh Agustinus Adisucipto di Pangkalan udara Maguwo (kini Lanud Adisucipto) Yogyakarta.  Pada bulan September 1947, untuk pertama kali TNI AU menerima pemuda-pemuda lulusan SLA untuk dididik sebagai siswa penerbang. Pendidikan dibekali dengan dasar kemiliteran di Bukit Tinggi dan dilanjutkan dengan pendidikan penerbang di India. Pada bulan November 1950 sebanyak 60 Kadet TNI AU dikirim ke California (USA) untuk mengikuti pendidikan penerbang di Taloa.

          Pada tanggal 16 Desember 1966 AAU bersama dengan lembaga pendidikan ABRI lainnya (AMN, AAL dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) dan selanjutnya AAU menjadi Akabri Bagian Udara. Kurikulum yang dilaksanakan terdiri atas kurikulum pendidikan dasar keprajuritan bersama selama kurang lebih lima bulan sebelum melanjutkan pendidikan di Bumi Maguwo Yogyakarta selama tiga tahun. Dalam rangka reorganisasi ABRI, sejak tanggal 16 Juni 1984 Akabri Bagian Udara kembali ke jajaran TNI AU dengan nama Akademi TNI Angkatan Udara. Dalam perjalanannya, AAU yang saat itu masih bernama Akademi TNI AU berupaya agar pelaksanaan pendidikan selalu dapat mengikuti perkembangan. Salah satu kegiatan yang ditempuh adalah  dengan menerapkan Pola Pendidikan  3 – 1. Pola yang mulai diberlakukan pada tahun 1986 itu merupakan pola pendidikan yang tersusun dalam program 3 tahun pendidikan di AAU dan satu tahun dasar kecabangan di kesatuan-kesatuan TNI AU. Dalam rangka mengikuti perkembangan pula, sejak tahun 1986 AAU mulai menerapkan system kredit semester.  Sesuai kebutuhan kemudian ditetapkan tiga program studi penyelenggara pendidikan, yaitu Teknik  Aeronautika, Teknik Elektronika dan Administrasi. Pada tahun 1992 program studi Administrasi disesuaikan menjadi program studi Teknik Industri dan selanjutnya pada tahun 1999 diubah menjadi prodi Teknik Manajemen Industri.

          Upaya pengembangan lembaga pendidikan AAU terus dilakukan. Bentuk lain dari upaya pengembangan tersebut antara lain melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi meliputi UGM, ITB , ITS dan STTA. Kerjasama AAU-UGM telah dimulai sejak tahun 1987, meliputi pengembangan kurikulum dan silabus, pemanfaatan laboratorium serta bantuan tenaga pengajar. Kerjasama AAU-ITB diawali tahun 1990 antara lain diwujudkan dengan pemberian kesempatan bagi lulusan AAU untuk mengikuti pendidikan program S-1 di ITB. Bahkan mulai tahun 1995 kesempatan untuk melanjutkan pendidikan program S-1 di ITB telah mencakup program pascasarjana. Sementara itu, kerjasama dengan ITS dimulai sejak tahun 1999 dalam pengembangan SDM melalui pendidikan di ITS. Selain itu AAU juga menjalin kerja sama dengan STTA dalam bidang pemanfaatan fasilitas dan tenaga pengajar serta program-program pengembangan pendidikan.

          Perubahan kurikulum telah dilakukan pada tahun 2008 dan disempurnakan dengan Kurikulum 2010, menyesu- aikan dengan perubahan kurikulum di Resimen Candradimuka Mako Akademi TNI. Seiring dengan berjalannya waktu, Mako Akademi TNI sebagai payung hukum Akademi Angkatan melakukan permohonan kepada kepada kementerian Pendidikan Nasional untuk memberikan gelar sarjana bagi lulusan Akademi TNI dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 188/E/O/2012 tanggal 21 Mei 2012 akhirnya AAU mendapatkan ijin penyelenggaraan program studi yang berdampak terpenuhinya gelar Sarjana Sains Terapan Pertahanan.

           Penerapan SKS dimaksud mencakup pula satuan kredit semester (sks) sebagai berikut :

         a.     Sistem Kredit Semester. Dalam penyelenggaraan pendidikan dengan Sistem   Kredit semester, setiap mata kuliah diberi nilai kredit yang ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum/praktik, latihan dan penyusunan tugas akhir.

         b.     Satuan Kredit Semester (SKS). Adalah suatu ukuran yang digunakan dalam bentuk pengakuan atas beban studi Karbol, besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu program, serta besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan tingkat perguruan tinggi.

        Dalam pelaksanaan pendidikan, AAU memberlakukan sistem satuan kredit semester yang penerapannya dikombinasikan antara kepentingan pengembangan pada jalur pendidikan tinggi umum dan kepentingan TNI AU. Oleh sebab itu, AAU memberlakukan sistem satuan kredit semester secara paket yang programnya sama bagi semua karbol. Dalam semester yang berjalan, karbol dengan tingkat dan program studi yang sama menerima beban sks dalam jumlah sama. Semua mata kuliah bersifat wajib dan diharapkan karbol dapat mempunyai kesempatan yang sama untuk menyelesaikan studi dalam jangka waktu maupun beban studi yang sama.