Umum

Sistem pendidikan AAU adalah rangkaian cara atau kegiatan yang diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan. Rangkaian cara atau kegiatan yang diterapkan tersebut berupa ketentuan penyelenggaraan pendidikan yang menggambarkan lingkup kegiatan dan persyaratan pendidikan yang dikaitkan dengan tingkat kualifikasi yang diinginkan.   Dengan penerapan sistem pendidikan seperti itu, proses penyelenggaraan pendidikan AAU didasarkan pada program dan pelaksanaan secara tertib serta teratur sehingga dicapai hasil sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pendidikan seperti ditentukan dalam kurikulum AAU.

Sistem Kredit Semester

Untuk mencapai tujuan seperti ditentukan, AAU menerapkan Sistem Kredit Semester dalam penyelenggaraan pendidikan. Penerapan Sistem Kredit Semester dimaksud mencakup pula Satuan Kredit Semester (SKS) dan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pemberlakuan SKS di AAU

  1. Sistem Kredit Semester.   Dalam penyelenggaraan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester, setiap mata kuliah diberi nilai kredit yang ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum/praktik, latihan, dan penyusunan tugas akhir.
  2. Satuan Kredit Semester (SKS).   Satuan Kredit Semester (SKS) adalah suatu ukuran yang digunakan dalam bentuk pengakuan atas beban studi Karbol, besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu program, serta besarnya usaha yang diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan tingkat perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaan pendidikan, AAU memberlakukan sistem Satuan Kredit Semester yang penerapannya dikombinasikan antara kepentingan pengembangan pada jalur pendidikan tinggi umum dan kepentingan TNI AU. Oleh sebab itu AAU memberlakukan sistem Satuan Kredit Semester secara paket yang programnya sama bagi semua karbol.   Dalam semester yang berjalan, karbol dengan tingkat dan majoring yang sama menerima beban SKS dalam jumlah sama. Semua mata kuliah bersifat wajib dan diharapkan karbol dapat mempunyai kesempatan yang sama untuk menyelesaikan studi dalam jangka waktu maupun beban studi yang sama

Dalam sistem kredit semester, setiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit. Banyaknya nilai kredit untuk tiap mata kuliah  tidak selalu sama.   Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan berdasarkan besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, praktik, latihan, maupun tugas-tugas lain.

Nilai Kredit Semester untuk Karbol

Nilai kredit semester sebesar 1 sks merupakan program selama 16 s.d. 18 minggu  dengan kegiatan setiap minggunya meliputi:

  1. Tatap muka terjadwal selama 50 menit dengan karbol.
  2. Terstruktur terjadwal selama 50 menit dan dikendalikan oleh dosen.
  3. Acara mandiri selama 50 menit  oleh masing-masing taruna.

Nilai Kredit Semester untuk Dosen

Nilai kredit semester sebesar 1 sks merupakan program selama 16 s.d. 18 minggu dengan kegiatan setiap minggunya  meliputi:

  1. Tatap muka terjadwal selama 50 menit dengan karbol.
  2. Acara evaluasi/terstruktur terjadwal selama 50 menit dengan karbol.
  3. Acara mandiri/pengembangan materi ajaran selama 50 menit secara pribadi.

Nilai Kredit Semester untuk Kegiatan Lain

Distribusi nilai kredit untuk kegiatan lain ditentukan tersendiri demi efektivitas pelaksanaan pengajaran.  Kegiatan-kegiatan tersebut berupa praktikum/praktik, latihan dan penyusunan karya tulis/tugas akhir.

  1. Praktikum/Praktik.   Untuk praktikum/praktik di Laboratorium 1 sks dilaksanakan dalam 1 minggu selama 28 Jam Pelajaran secara blok pada semester yang telah ditentukan.
  2. Latihan.  Selain kuliah dan praktikum para Karbol mendapatkan kegiatan berupa latihan.  Untuk kegiatan latihan dalam 1 sks tidak ditentukan dengan ukuran jumlah jam tertentu.   Hal ini berkaitan erat dengan sasaran tercapainya tujuan kegiatan (latihan) secara optimal.
  3. Penyusunan Karya Tulis/Tugas Akhir.   Penyusunan proposal tugas akhir dilaksanakan pada semester VII sebesar 1 sks dan penulisan tugas akhir secara lengkap pada semester VIII dengan beban sebesar 1 sks

Beban Studi Karbol

Beban studi Karbol untuk kegiatan perkuliahan diatur dengan beban yang sama dan hal itu telah disesuaikan dengan kemampuan individu karbol. Karena AAU menggunakan sistem kredit semester secara paket, beban studi (jumlah SKS) untuk setiap Karbol dalam setiap semesternya adalah sama untuk tingkatan dan jurusan yang sama. Beban studi yang diikuti karbol tidak didasarkan pada  pencapaian Indeks Prestasi (IP) yang diperoleh setiap Karbol pada semester sebelumnya.

Metode Pendidikan

AAU menerapkan metode pengasuhan,  pengajaran, dan pelatihan secara serasi, berkesinambungan, dan terpadu dalam penyelenggaraan pendidikan.

Pengasuhan

  1. Pengasuhan merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan dengan sasaran berupa penanaman dan pemantapan nilai-nilai budaya serta pengu-asaan pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek kejuangan, budi pekerti, tingkah laku, dan kemampuan dalam mengimple-mentasikan kepemimpinan dan keorganisasian.  Pengasuhan merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab pengasuh/para komandan.
  2. Penilaian bidang kepribadian dilaksanakan secara berkelanjutan selama masa pendidikan. Penilaian ini dilakukan melalui pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung, wawancara, dan pencatatan perilaku sehari-hari karbol oleh pengasuh serta mempertimbangkan pencapaian nilai pengasuhan.

Pengajaran

  1. Pengajaran merupakan metode pelaksa-naan pendidikan dalam bentuk kuliah/tatap muka dan instruksional di kelas dengan sasaran penge-nalan/pemahaman/penguasaan ilmu pengetahuan akademis dalam rangka pembentukan kepribadian prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek intelektual (kecerdasan).   Pengajaran merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab dosen.
  2. Penilaian aspek intelektual dilaksanakan melalui pengamatan harian oleh dosen pemegang materi, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan praktik/praktikum.

Pelatihan

  1. Pelatihan merupakan metode pelaksanaan pendidikan dalam bentuk aplikasi lapangan dengan sasaran memantapkan pemahaman/penguasaan pengetahuan akademis dalam rangka pemben-tukan prajurit pejuang Saptamarga dengan titik berat pada aspek intelektual/keterampilan (psiko-motorik).   Pelatihan merupakan bidang tugas yang secara langsung menjadi tanggung jawab pela-tih/instruktur.
  2. Penilaian bidang latihan dilaksanakan melalui pengamatan harian, ujian akhir semester, dan praktik, didasarkan pada keberhasilan karbol dalam mengikuti dan menyelesaikan setiap tahapan dan jenis latihan.

Pola  Pendidikan

Pola pendidikan yang diterapkan bagi Karbol AAU sebagai berikut:

Berdasarkan Waktu

  1. Berdasarkan waktunya,  pendidikan AAU menerapkan pola 12 bulan + 3 tahun yaitu program pendidikan yang pelaksanaannya terbagi atas dua kurun waktu meliputi selama 12 bulan pendidikan integratif bersama matra lain (darat, laut, udara) dan selama 3 tahun pendidikan di AAU.
  2. Dalam masa pendidikan, kesempatan untuk mengulang (tinggal kelas atau tingkat/set back) hanya diberikan satu kali. Apabila pada tahun berikutnya kembali tinggal kelas, karbol bersangkutan langsung dikeluarkan dari pendidikan karena dianggap tidak mampu dalam mengikuti pendidikan.

Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, pola pendidikan yang diterapkan di AAU mengikuti falsafah pendidikan Trisakti Viratama yaitu kebulatan tiga aspek meliputi akademis, kepribadian, dan jasmil.

Tahap Pelaksanaan Pendidikan

Pelaksanaan pendidikan AAU dalam bentuk kegiatan penyampaian materi ajaran dijabarkan ke dalam beberapa tahapan sesuai dengan majoring dan pengelompokan materi ajaran/bidang studi.  Penjabaran tersebut diarahkan untuk mencapai sasaran pada setiap tahapan pelaksanaan pendidikan dengan pembagian sebagai berikut :

  1. Tahap I Penanaman.   Tahap penanaman bertujuan untuk menanamkan dasar keperwiraan TNI AU.
  2. Tahap II Penumbuhan.   Tahap penumbuhan bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai keperwiraan serta menanamkan penguasaan olah pikir, keterampilan, dan profesi matra dirgantara.
  3. Tahap III Pengembangan.   Tahap pengem-bangan bertujuan untuk mengembangkan penghayatan nilai-nilai keperwiraan, pemanfaatan penguasaan olah pikir, keterampilan, dan profesi matra dirgantara pada tingkat dasar kecabangan dan penugasan di satuan.

Prinsip Pengajaran

Prinsip  yang  digunakan dalam pengasuhan  adalah  silih asih, silih asah, dan silih asuh dengan pendekatan  “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani”.