Gubernur AAU, Intelijen TNI AU Harus Kuat, Tajam, dan Berintegritas dalam Menghadapi Ancaman Masa Depan
Yogyakarta,(Pen-AAU). “Intelijen yang kuat dan hebat adalah intelijen yang mampu mendeteksi dini setiap potensi ancaman, mencegah dini sebelum ancaman berkembang menjadi krisis, serta memprediksi perkembangan ke depan secara akurat melalui analisis yang tajam dan berbasis data,”
Demikian sambutan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., yang dibacakan Direktur Pendidikan AAU (Dirdik AAU) Kolonel Pnb Rony Widodo, S.T., M.M., M.Han., saat menutup Pendidikan Dasar Perwira (Diksarpa) Intelijen sekaligus menyerahkan Perwira Siswa (Pasis) AAU untuk mengikuti Pendidikan Dasar Kecabangan TNI Angkatan Udara Tahun 2026, di Mako Akademi Angkatan Udara, Jumat (16/10/2026).
Gubernur AAU menekankan bahwa intelijen yang hebat tidak cukup hanya reaktif, tetapi harus proaktif dan antisipatif. Perwira intelijen dituntut memiliki ketajaman analisis, kecermatan dalam mengolah informasi, ketelitian dalam menilai situasi, serta kemampuan menjaga kerahasiaan.
Kemampuan deteksi dini menjadi mata dan telinga organisasi, pencegahan dini menjadi tameng yang melindungi satuan dari berbagai bentuk ancaman, sedangkan prediksi perkembangan ke depan menjadi kompas bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis secara tepat dan cepat.
Lebih lanjut, Gubernur AAU menegaskan pentingnya security awareness atau kesadaran keamanan sebagai fondasi intelijen yang tangguh.
"Setiap perwira harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan, mampu mengenali indikasi-indikasi ancaman, serta membangun budaya keamanan yang kuat di lingkungan satuan",ujarnya.
Kesadaran keamanan yang tinggi akan menjadi benteng utama dalam menjaga kerahasiaan informasi, stabilitas organisasi, dan kedaulatan negara di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks, baik militer maupun nonmiliter, termasuk ancaman siber, proxy, dan informasi, ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan dalam menghadapi tantangan tersebut, intelijen TNI AU ke depan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan medan tugas yang dinamis.
" Perwira intelijen yang profesional, adaptif, dan berintegritas menjadi kunci dalam menjawab tantangan zaman".
Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus senantiasa menjadi landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga intelijen tidak hanya kuat secara kemampuan, tetapi juga terpercaya secara integritas.
Menutup sambutannya, Gubernur AAU mengucapkan selamat kepada para lulusan Diksarpa Intelijen serta selamat menempuh pendidikan lanjutan kepada seluruh Pasis. Dengan bekal pendidikan yang berkesinambungan, para perwira diharapkan tumbuh menjadi intelijen TNI AU yang kuat, tajam, berintegritas, dan berkarakter kuat, serta senantiasa mengedepankan deteksi dini, pencegahan dini, prediksi perkembangan, dan kesadaran keamanan dalam setiap pelaksanaan tugas demi kepentingan bangsa dan negara. (Pen-AAU-2026)












Menjadi perguruan tinggi militer yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan bertaraf Internasional, melahirkan pemimpin berkarakter, berintegritas, profesional, modern, dan berwawasan kebangsaan.






Views Today : 20
Views Yesterday : 465
Views Last 7 days : 3300
Views Last 30 days : 16803
Views This Month : 9157
Views This Year : 115982
Total views : 672695