GUBERNUR AAU DAMPINGI WAKIL KETUA KOMISI I DPR RI BERIKAN KULIAH UMUM KEPADA TARUNA AAU
Yogyakarta, (Pen-AAU). Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., mendampingi Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono, M.E., dalam kegiatan kuliah umum yang diikuti seluruh Taruna AAU di Gedung Sabang Merauke, Ksatrian AAU, Kamis (18/6/2026).
Kuliah umum tersebut mengangkat tema "Pengaruh perkembangan geopolitik dunia terhadap ketahanan Nasional Indonesia dan kewaspadaan terhadap ancaman masa mendatang dalam rangka meningkatan wawasan Taruna Akademi Angkatan Udara sebagai pengawak organisasi TNI AU masa depan yang AMPUH ", yang bertujuan memperluas wawasan strategis para taruna mengenai dinamika lingkungan keamanan internasional serta tantangan pertahanan udara Indonesia di masa depan.
Dalam sambutannya, Gubernur AAU menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Wakil Ketua Komisi I DPR RI atas kesediaannya hadir dan memberikan pembekalan kepada para Taruna Akademi Angkatan Udara.
“Atas nama keluarga besar Akademi Angkatan Udara, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono, M.E., yang telah meluangkan waktu untuk berbagi wawasan strategis kepada para Taruna AAU. Kuliah umum ini menjadi bekal yang sangat berharga dalam membentuk calon perwira TNI Angkatan Udara yang memiliki cara pandang global, berkarakter unggul, serta mampu menjawab tantangan pertahanan di era yang semakin kompleks,” ujar Gubernur AAU.
Pada sesi materi, Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono menjelaskan bahwa pusat gravitasi kekuatan ekonomi, politik, dan militer dunia kini bergeser ke kawasan Indo-Pasifik, sehingga Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman, baik yang bersifat konvensional maupun hibrida. Ancaman tersebut mencakup pelanggaran kedaulatan wilayah udara, perang siber, perang informasi, hingga pemanfaatan ruang angkasa untuk kepentingan militer.
Beliau juga menekankan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan tidak hanya bergantung pada modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, khususnya para calon perwira yang memiliki kemampuan berpikir strategis, adaptif, dan menguasai teknologi masa depan.
“Taruna Akademi Angkatan Udara harus mempersiapkan diri menjadi pengawak TNI AU yang adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis, menguasai teknologi peperangan modern berbasis digital, serta memiliki kesadaran geopolitik yang kuat. Indonesia membutuhkan perwira-perwira udara yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mampu berpikir visioner dalam menjaga kedaulatan dirgantara nasional, ungkapnya”
Kuliah umum berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para taruna mengikuti pemaparan materi dengan penuh perhatian serta memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali berbagai isu strategis terkait perkembangan geopolitik global, tantangan pertahanan udara nasional, dan peran generasi muda TNI AU dalam menjaga kedaulatan dirgantara Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Taruna Akademi Angkatan Udara semakin memiliki wawasan kebangsaan dan perspektif strategis yang luas, sehingga mampu menjadi perwira TNI Angkatan Udara yang profesional, unggul, dan siap menghadapi dinamika lingkungan keamanan global demi mewujudkan TNI AU yang semakin AMPUH.(Penaau-2026)






Menjadi perguruan tinggi militer yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan bertaraf Internasional, melahirkan pemimpin berkarakter, berintegritas, profesional, modern, dan berwawasan kebangsaan.






Views Today : 86
Views Yesterday : 490
Views Last 7 days : 3543
Views Last 30 days : 17531
Views This Month : 10610
Views This Year : 55318
Total views : 612031